Membaca berita mengenai mencontek massal di Surabaya, http://www.bincangedukasi.com/indonesiajujur-suarakan-dukunganmu-akan-kejujuran.html, hati saya miris sekali. Ini menandakan bahwa sebenarnya Tuhan itu sudah dianggap tidak ada oleh para wali murid SDN Gadel 2 Tandes, Surabaya. Bagaimana tidak?, para wali murid itu dengan emosi yang meledak-ledak mencaci maki keluarga ibu Siami dan anaknya, AL, yang dianggap sok pahlawan karena melaporkan tindakan gurunya yang meminta anaknya, AL, memberikan contekan kepada teman-temannya.
Saya tidak mau panjang lebar membahas hal ini. Ini adalah paradigma yang salah di negeri ini yang sudah berlangsung bertahun-tahun, bahwa keberhasilan dan kesuksesan seseorang ditentukan berdasarkan nilai raport, nilai ujian, dan IPK. Orang-orang kebanyakan terlalu mengagungkan kecerdasan intelektual (IQ), tapi karena hal itu banyak orang menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan nilai tinggi termasuk salah satunya dengan MENCONTEK.
